English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, August 10, 2009

Kabupaten BELU Agustus 2009

Kegiatan PMC NTT saat ini memilih lokasi yang bisa dilalui dengan jalan darat ke Kabupaten Belu, lokasi yang didatangi sehubungan dengan kegiatan Musyawarah Serah Terima yang dicanangkan harus bisa selesai akhir Agustus 2009. Salah satu kegiatan yang sedikit mengalami keterlambatan karena perpindahan lokasi Pembangunan SekolahPenambahan 3 Ruang Kelas Baru dan pegadaan meubelair, pembagunan WC sekolah dan Bak Penampung Air SMPN Kelas Jauh Tasifeto Barat, pondasi sudah selesai, dinding bangunan sudah 40%, bak penampung air dan wc sudah 30% . Material sudah tersedia, diharapkan selesai dalam waktu dekat dan bisa dilakukan serah terima akhir Agustus ini. Salah satu project BLM Kabupaten ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan tujuan awal pembangunan ini.
PPK Kabupaten Belu, Bapak Waryanto (panggilan akrab Bapak Mamiek) sangat antusias dan banyak membantu terlaksananya kegiatan P2DTK di Kabupaten Belu, kami berharap dapat terjalin hubungan yang harmonis dan sehat sepanjang program P2D
TK. Bapak Felix selaku KM Infrastruktur, Bapak Matius Lay KM Pendidikan dan Ibu Tessa KM Kesehatan juga memberikan informasi yang dibutuhkan baik dalam bentuk data maupun kunjungan lapangan kami ke Kabupaten Belu. Kami akan memonitor kembali rencana Kabupaten Belu sesuai pentunjuk Program P2DTK yang sudah dijalankan, dan diharapkan kesinambungan Program P2DTK untuk kecamatan lain yang belum mendapatkannya.

Salam P2DTK.

Tuesday, August 4, 2009

KEPEDULIAN PEMUDA TERHADAP PEMBANGUNAN

Pemuda seringkali diidentikan dengan tawuran, miras, kenakalan dan berbagai stigma negative lainnya. Penilaian ini tidak semuanya benar karena masih ada juga secerca harapan dari potensi dan kemampuan yang dimiliki pemuda. Hal ini ditunjukan oleh pemuda Kecamatan Polen dalam mendukung program P2DTK yang telah mengalokasikan 5% dari Dana BLM Kecamatan untuk kegiatan pemuda, ini merupakan wujud perhatiaan pemerintah terhadap potensi dan kemampuaan yang ada pada pemuda.

Dana BLM Kecamatan Siklus 1 dan 2 salah satu peruntukannya sesuai dengan hasil musyawarah kecamatan perangkingan adalah untuk kegiatan pemuda. Usulan pemuda yang didanai adalah pembuatan 2 lapangan volley, podium upacara, dan pembuatan tiang gawang lapangan bola kaki, dan pengadaan alat olahraga untuk beberapa desa, kegiatan ini terpusat di ibu kota kecamatan dengan Total dana Rp.46.300.000. Kegiatan ini dipandang perlu karena selama ini pemuda merasakan kesulitan mengembangkan potensi dan bakat olahraga yang dimiliki karena ketiadaan sarana dan prasarana. Pemuda sangat antusias sejak proses perencanaan sampai pelaksanan kegiatan yang langsung ditangani oleh pemuda, hal ini terlihat dengan keaktifan pemuda dalam mengikuti proses tahapan kegiatan.

M.Teflopo Ketua karang Taruna Kecamatan Polen memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada P2DTK yang memberikan perhatian kepada para pemuda, “mekanisme P2DTK sangat panjang tapi memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat khususnya pemuda dalam hal partisipasi sejak awal perencanaan sampai proses kegiatan berjalan dan bukan itu saja tetapi bagaimana memelihara hasil yang telah dikerjakan“. Sejalan dengan itu Tokoh Pemuda, Kecamatan ‘Hes Pay” mengatakan pemuda jika diberikan kesempatan untuk berbuat sesuatu maka akan mecurahkan segala kemampuan dan potensi yang dimilikinya.
Aperesiasi dan harapan yang disampaikan mengindikasikan bahwa stigma negative terhadap pemuda belum tentu semuanya benar. Pemuda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk berapresiasi.
Berkenan kegiatan pemuda, Camat Polen.Albertus Fay,S.Sos, menghimbau kepada Pemuda supaya memanfaatkan potensi dan bakat yang ada karena apa yang telah dibuat memakai dana masyarakat. Camat juga berterima kasih kepada P2DTK yang memberikan perhatian kepada bidang kepemudaan

Untuk diketahui Kegiatan pemuda siklus 1 dan 2 BLM Kecamatan Polen siklus 1&2 diresmikan oleh Bupati TTS Ir. Paulus V.R. Mella, M.Si tanggal 8 Agustus 2009 pada saat itu juga Bupati memberikan bantuan kepada para pemuda berupa 2 Bola Volley dan buku tulis.

Oleh : Luther Karimoy, FK Kec. Polen, Kab. TTS

DEMI P2DTK..... RELA KELAPARAN.... MENUNGGU DI BAWAH GUYURAN HUJAN SELAMA 7 JAM

Desa Lotas, bagian dari kecamatan Kokbaun terletak di ujung timur Kabupaten TTS berbatasan langsung dengan kabupaten Belu. Wilayah ini sangat identik dengan kerusuhan antar etnis yang sering menelan korban jiwa, sehingga kondisi keamanannya terbilang sangat rawan. Dilihat dari potensi Sumber Daya Alamnya memang daerah ini tergolong sangat minim.
Adalah SDN Lotas (penerima bantuan 200 pasang seragam siswa dan 3 orang guru kontrak) dan SMPN Lotas (penerima bantuan 1250 exemplar buku pelajaran / buku bacaan dan 3 orang guru kontrak), yang masih satu atap penerima manfaat BLM Kabupaten untuk kecamatan Non BLM Program P2DTK Kabupaten Timor Tengah Selatan yang membuat P2DTK menggema di Lotas.
Malam itu jam tangan saya menunjukan pukul 21.00 atau jam 9 malam ketika mobil yang kami tumpangi menjejakan rodanya di halaman sekolah itu. Tim kami terdiri dari UPKD Pendidikan, TPK Kabupaten, KM. Kab. Pendidikan beserta Penjahit pakaian seragam dan Penerbit buku.Oleh karena banjir maka dibutuhkan waktu lebih dari 6 jam untuk sampai ke Lotas dari Soe. Hujan lebat serta tanah yang berlumpur akibat hujan yang tak henti sepanjang seminggu terakhir membuat sopir harus extra hati-hati.

“Selamat malam, Bapak/ibu, Selamat datang di Lotas !” Sapa seorang pria paruh baya yang adalah kepala SDN Lotas begitu kami tiba di teras sekolah. Tegur sapa diiringi jabat tangan hangat sekaligus mempersilakan kami masuk ke ruang kelas. Ruangan kelas semi permanen itu sekatnya sengaja dibuka untuk dapat menampung masyarakat yang hadir malam itu. Saya terperanjat begitu menyaksikan antusiaisme masyarakat yang memadati dua ruang kelas. Tua, muda, laki, perempuan terlihat sangat antusias menyambut kedatangan kami.
“Selamat malam dan selamat datang bapak/ibu dari P2DTK, kami sangat bahagia walaupun telah menunggu selama 7 jam sejak jam 2 siang tadi namun kami sangat menyadari jauhnya jarak yang harus bapak/ibu tempuh. Kami juga tahu bahwa P2DTK adalah program masyarakat miskin seperti kami!” ungkap seorang guru SMP selaku MC malam itu. Acarapun diawali dengan penerimaan secara adat dan dilanjutkan dengan tatap muka dan tanya jawab.
Berikut Apa pendapat mereka tentang P2DTK?
Ibu Veronika Tanelu (orang tua murid).
“Makasi P2DTK ! Ketong sangat senang atas bantuan ini karena sangat meringankan beban kami orang tua. Beta pung anak satu di SMP dan dua di SD sini. Jadi beta sangat terimakasih sekali.”
Edison Boimau, S.Pd. (Kepala SMPN Lotas).
“Terimakasih P2DTK, Puji Tuhan karena berkat KebaikanNya P2DTK boleh datang menghampiri kami. Terus terang sebagai sekolah baru, kami sangat merana. Buku yang kami miliki hanya buku pegangan guru, sehingga siswa harus mencatat semua mata pelajaran.” Saya berjanji akan membuka kesempatan kepada semua SD yang ada di Lotas untuk memanfaatkan bantuan buku ini.

Wellem Maleno (Tokoh Adat)
“Makasi P2DTK, semoga Tuhan memberkati Pemerintah agar sonde lupa ketong dan kalau bisa ketong, dan kalau bisa ketong pung kecamatan bisa masuk kecamatan P2DTK.


Oleh Benyamin Leu